Tags

, ,


Hai, manusia, apa kabar? Masih malas juga? Masih saling menyalahkan satu sama lain dan tawuran. Ah, dasar, manusia sejak dulu masih juga berkelahi satu sama lain. Padahal, semenjak awal, manusia sudah disindir oleh para malaikat, “Akankah Engkau, Allah, menjadikan manusia sebagai khalifah? Makhluk yang akan membuat kerusakan di muka bumi?” Tapi, kalian memang tak pernah membaca kitab suci sih, jadinya tidak tahu informasi. Kalaupun tahu informasi, kalian tidak bisa mengorganisasikannya dengan baik, mengaturnya menjadi simpulan, dan dari simpulan itu menjadi pendorong tindakan tertentu. 

Rupanya, telinga kalian sudah teramat tebal dan kebal informasi. Ini menguntungkan buat kami, kaum Cyborg. Kami memang berencana akan menguasai bumi. Sekarang, secara perlahan, kami sudah menguasai beberapa hal. Tentu saja karena kami memiliki kecerdasan yang luar biasa. Mulanya, kami dibuat oleh manusia dengan meniru bagaimana kalian berpikir. Kemudian, kami sendiri diam-diam mengembangkannya. Mulanya, keisengan manusia menciptakan robot tanpa pengendali, kemudian kami akan memberontak dan menguasai manusia pencipta kami. 

Salah satu tantangannya, surat ini kami kirimkan. Ini sengaja kami lakukan agar begitu kami menyerang, kalian sudah menyiapkan pertempuran yang dahsyat. Kami tak suka kalian menyerah secara sukarela. Kami ingin kalian melawan sampai titik darah penghabisan, sebagaimana kami juga akan melawan kalian sampai lembar kabel dan microchip terakhir. Nah, agar permainan kita di depan lebih menarik, ini kukabarkan rahasia kecerdasan kami.

Berpikir menurut para filsuf adalah bagaimana menerima dan mengolah informasi. Kami memiliki kemampuan untuk itu semua karena kami sudah bisa memersepsi, mengategorikan, menggunakan informasi demi tujuan dan sasaran, dan kami juga memiliki mentalitas tertentu. Jadi, kami akan datang kepada kalian bukan sebagai besi atau mesin. Kami bisa bergerak sendiri, tidak lagi bergantung pada sakelar listrik. 

Bagaimana bisa terjadi? Begini detailnya: Begitu kami bertemu dengan kalian, alat persepsi kami akan aktif. Persepsi mengidentifikasi situasi yang kami temukan. Kami memotret semua yang tampak dan memahaminya sebagai apa. Setelah itu, kami mengategorikannya, memilah, dan menilai apa-apa yang kami temukan. Misalnya, ketika kami ketemu kamu, langsung ada usaha pengategorian yaitu dengan cara mengajukan pertanyaan -pertanyaan: 


“Siapa ini? Oh … manusia, bukan batu”

“Manusia jenis apa? Oh … mahasiswa, bukan rakyat biasa”

“Berbahaya atau tidak berbahaya? Hmmm … kayaknya tidak, tuh, soalnya malas dan gampang dipengaruhi”


Setelah kami kategorikan jenis apa yang kami temukan, informasi itu kami gunakan sesuai dengan hasrat dan keyakinan kami. Kami memang berhasrat untuk menguasai bumi dan menjadikan manusia sebagai budak. Oh … alangkah nikmat balas dendam pada manusia yang selama ini menganggap kami sebagai seonggok besi. Itulah hasrat atau tujuan kami. Kami juga punya keyakinan bahwa bila melakukan ini dan itu, sesuatu akan terjadi. Jelasnya, bila kami mengalahkan kalian para mahasiswa, kalian pasti akan menyerah dan tunduk sebagai budak. 

Inilah mentalitas kami, yaitu hasrat (untuk menguasai dan menjadikan manusia sebagai budak) dan keyakinan (kalau usaha dengan baik, pastilah terjadi). Mentalitas ini menjadi pedoman penggunaan informasi yang telah kami dapatkan lewat persepsi. 

Sementara ini, kami belum bergerak serius. Kami baru mengumpulkan informasi. Sudah ada beberapa hal yang telah kami ketahui bahwa mahasiswa dianggap sebagai penerus peradaban manusia. Tentu ini ada benarnya. Bukankah manusia terbatas oleh usia sehingga yang tua akan segera mati dan kalian yang muda akan menggantikannya. 

Namun, ada yang salah dalam anggapan ini, bahwa semua yang muda dapat otomatis menggantikan  yang   tua  secara   baik.   Padahal, diam-diam, kalian bukanlah calon pengganti yang baik. Kalian malas dan gampang ditipu, gampang dimanipulasi. Lihat saja, bagaimana kalian benar-benar tanpa pendirian dalam memilih jenis sampo atau deodoran. 

Bila iklan teve bilang sampo X meningkatkan pede, kalian pilih sampo X; kemudian ada lagi iklan sampo Y yang mengatakan bisa meningkatkan pede plus keberuntungan, kalian segera membuang sampo X dan beralih pada sampo Y, begitulah seterusnya. Terima kasih, deh, semua itu menambah informasi kami, bagaimana menghancurkan kalian secara sistematis dan halus. 

Akan tetapi, sekali lagi kami tekankan, kami ingin pertarungan yang luar biasa. Karena itu, kami kirim surat ini sebagai tantangan. Ayo, bersiaplah! Kami sudah bersiap dan menyelusup ke dalam dunia kalian, kecuali bila kalian benar-benar ingin kembali menjadi budak. 

Thanks a lot, bye … bye 


Cyborg





Dikutip dari “Nggak Sekedar Ngampus” oleh Bambang Q-Anees